Menuju Pilkada Serentak
Hari
Jam
Menit
Detik
  • Home
  • Sumut Memilih
  • 2 Juta Suara Dari Relawan Menunggu Arahan PATEN Sikapi Pilgubsu 2018

2 Juta Suara Dari Relawan Menunggu Arahan PATEN Sikapi Pilgubsu 2018

Jumat, 12 Januari 2018 19:30 WIB
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-Gagalnya Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Dr Ir H Tengku Erry Nuradi MSi mencalonkan diri pada pesta demokrasi pemilihan Gubernur Sumut tahun ini, dinilai sebagai bentuk penzoliman yang dilakukan oleh para elit-elit politik. Ada skenario bersama agar Tengku Erry yang memiliki elektabilitas tinggi dan dicintai masyarakat Sumut tak bisa kembali memimpin Provinsi Sumut.
 
"Untuk itu kami para pendukung dan relawan Paten memberikan pernyataan sikap terhadap kondisi Pilkada  2018 ini. Kami kecewa dan menganggap demokrasi di Sumut telah mati. Kami melihat memang ada skenario bersama untuk menjatuhkan Paten," ujar Ari Sugarna Ketua Sahabat Muda Paten dalam konfrensi Pers bersama perwakilan relawan Paten di Rumah Silaturahmi Paten Jalan Mongonsidi Medan Jumat (12/01/2018).
 
Selain Sahabat Muda Paten, turut hadir perwakilan relawan diantaranya dari Konsisten, Gerbang Swara, Sapu Jagad Paten, Gesit, Sahabat Paten, Pemuda Paten, Kawan Paten, dan Mahasiswa Paten.
 
Dikatakan Ari bentuk skenario bersama untuk menjatuhkan Tengku Erry dapat dilihat dari fakta yang ada dimana Tengku Erry satu-satunya calon Gubernur yang pertama kali dipastikan mendapatkan perahu dan bisa maju pada pemilihan Gubernur karena didukung sejumlah partai. Erry dianggap layak diusung karena memang memiliki elektabilitas yang tinggi berdasarkan survei partai-partai tersebut maupun dari lembaga survei independen lainnya.
 
"Untuk itu yang ingin kami sampaikan hari ini bahwa kami masih solid bersama Bapak Tengku Erry Nuradi. Gubernur kami Bapak Tengku Erry kamu tidak sendiri masih ada kami-kami para relawan yang akan bersama Bapak. Setelah pertemuan ini kami akan menjumpai Bapak Gubernur untuk meminta arahan beliau untuk menyikapi Pilkada nanti. Kalau pun kami diminta Golput kami tentu siap," tegas Ari diamini perwakilan relawan Paten lainnya.  
 
Lebih lanjut dikatakan Ari bahwa setidaknya ada 2 juta lebih relawan Paten di seluruh Sumatera Utara yang kecewa dengan tidak tampilnya Tengku Erry Nuradi pada Pilgubsu kali ini. Dan kekecewaan ini karena melihat rekam jejak yang telah perbuat oleh Tengku Erry Nuradi selama menjabat Gubernur Sumut yang terbilang singkat untuk menjadikan Sumatera Utara berdaya saing dan masyarakatnya sejahtera.
 
Senada Ketua Sapu Jada Paten, Hairuddin Pandapotan juga menyesalkan sikap partai-partai yang meninggalkan Tengku Erry dan berpaling kepada Calon lain. Begitupun Hairuddin mengaku berbesar hati karena dengan kondisi perpolitikan yang ada. Hanya saja Hairuddin kembali menegaskan bahwa relawan Paten tidak akan berhenti dan meninggalkan Tengku Erry. Dikatakan Hairuddin Pandapotan sebagai warga Sumut mereka bangga atas prestasi yang sudah ditorehkan Tengku Erry untuk Provinsi Sumut. Salah satunya begitu besarnya perhatian Pemerintah Pusat khususnya Presiden Joko Widodo terhadap pembangunan proyek strategis nasional di Sumut. 
 
"Meskipun itu proyek nasional tentu ada andil beliau untuk melobinya hingga bisa dikucurkan ke Sumut. Kita lihat sampai berapa kali Presiden Jokowi ke Sumut ini. Kita juga melihat berapa banyak investor yang hadir ke Sumut ini dan tentu akan meningkatkan PAD kita. Kepada kami beliau menyampaikan apa keluhan-keluhan masyarakat agar disampaikan kepada beliau. Karena itu kami sangat sedih dan merasa terkejut saat beliau tidak bisa mencalonkan diri. Tentu ada Grand Design untuk menjatuhkannya. Ya inilah politik dan kami harus menerima dan menunggu intruksi beliau bagaimana sikap kami pada Pilkada nanti," ungkap Hairuddin.   
 
Meskipun tidak bisa mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumut, lanjut Hairuddin ada sebuah pembelajaran yang ditunjukan Erry Nuradi pada Pilkada kali ini. Dimana sebagai manusia yang memiliki kekurangan beliau dengan berbesar hati menunjukan kenegarawannya mendaftarkan pasangan calon lain yang diusung partainya. "Sebenarnya bisa saja beliau tidak hadir atau mengarahkan kami relawannya untuk melakukan gerakan-gerakan. Tapi beliau tidak dan menerimanya dengan besar hati kondisi yang ada. Ini sebuah pembelajaran yang sangat berharga buat kami," tandasnya. (BS03)
T#gs Batal CalonErry NuradiGubernurPilgubsu 2018pilkada 2018Sahabat PATENSumatera UtaraSumut Paten
Komentar