Menuju Pilkada Serentak
Hari
Jam
Menit
Detik
  • Home
  • Sumut Memilih
  • Jelang Pilkada, Bawaslu Gelar Deklarasi Tolak, Lawan Politik Uang dan Politisasi Sara

Jelang Pilkada, Bawaslu Gelar Deklarasi Tolak, Lawan Politik Uang dan Politisasi Sara

Rabu, 14 Februari 2018 22:15 WIB
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA dalam perhelatan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) 2018 digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut di Lapangan Istana Maimun, Medan, Rabu (14/02/2018).
 
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir para calon Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah dan Sihar Sitorus. Keduanya hadir dengan mengenakan kaos berwarna hitam bertuliskan Pilkada Keren Tanpa Politik Uang dan Politisasi Sara. Selain calon wagub, turut hadir Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw, Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Ketua Bawaslu Sumut dan jajarannya serta para simpatisan kedua calon. 
 
Terkait dengan deklarasi yang dilakukan, Sihar Sitorus mengatakan, dirinya dan Djarot sangat sepakat dengan menolak adanya politik uang dan politisasi SARA pada Pilgub Sumut. "Politik uang dan politisasi SARA ini mempersulit diri sendiri,"kata Sihar,Rabu (14/2). 
 
Hal itu pun, telah mereka tunjukkan dalam visi dan misinya. Dimana mereka berupaya merubah setigma Sumut selama ini. Dimana Sumut yang biasanya diartikan semua urusan mesti uang tunai akan diubah menjadi semua urusan mudah dan transparan."Maka tujuan kami adalah mempermudah semua urusan dan menjadikannya transparan," ungkap Sihar.
 
Sementara itu, Ketua Bawaslu Sumut Syafrida Rasahan mengatakan, dalam kegiatan itu mereka menggunakan simbol burung merpati. itu menandakan kebebasan dan kesetiaan. 
 
Kebebasan yang dimaksud adalah, tanpa adanya tekanan dan pengaruh dari pihak manapun."Pemilihan gubernur tidak ada tekanan dari pihak manapun. Pelepasan alon warna warni menggambarkan bermacam suku,agama yang ada di Sumut," ujarnya. 
 
Sedangkan simbol cap tangan itu lanjutnya, menunjukkan bahwa, pihaknya menolak segala bentuk politik uang dan menolak isu SARA. "Potensi politik uang dapat memunculkan jiwa koruptor ketika menjalankan roda pemerintahan," jelasnya.
 
Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw menambahkan, jika tahun ini merupakan tahun politik bangsa Indonesia, karena telah digelarnya Pilkada Serentak dalam rangka Pemilihan Gubernur dan Wakil gubernur 2018 serta pemilihan walikota dan Gubernur di beberapa kabupaten/kota di Sumatera Utara. "Dengan itu mari ciptakan suasana yang damai dan kondusif," harap Kapolda.
 
Kapolda menghimbau masyarakat agar kiranya dapat berpartisipasi aktif untuk menggunakan hak pilihnya dengan cerdas serta menentukan pilihan berdasarkan program kerja paslon dan bukan karena politik uang ataupun isu Sara."Dan agar para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, akademisi, media massa dan seluruh elemen masyarakat dapat menciptakan keteduhan di masyarakat, memberikan pencerahan untuk berani melawan Hoax yang dapat menimbulkan konflik dan memecah belah masyarakat, serta menolak politik uang dalam Pilkada Serentak ini," pungkas Kapolda.(BS04)
 

 

T#gs BawasluDeklarasiKapoldasuPilgubsuPilkadaSARASihar Sitorus
Komentar